Era digital membuka banyak kesempatan bagi kamu yang pengin membuka lapak buat jualan apa saja. Ya, jualan di internet baik produk berupa barang maupun jasa.

Hal ini memang sudah jadi pengetahuan umum dari dulu banget. Sejak era internet mulai hadir, dan satu-dua e-commerce ikut hadir mewarnainya.

Sayangnya buat para pemula yang enggak begitu paham darimana harus memulai, pilihan antara berbagai platform kerap menyulitkan.

Jualan di Internet

Ajakan untuk ‘mulai saja dulu’ kerap tidak relevan dengan minimnya pengetahuan yang dimiliki soal digital marketing. Sebab ketika salah langkah di awal, bisa-bisa semangat yang tadinya membara malah padam.

Lantas harus mulai darimana?

1. Tentukan jenis produk kamu

Produk itu ada dua jenis. Ada produk berupa barang, dan ada yang berupa jasa. Tentu hal ini sangat kamu pahami sebab sudah sering diulas sejak sekolah dulu.

Pengenalan jenis produk ini penting buat kamu untuk menentukan platform apa yang paling cocok buat membuka lapak.

Jika produk kamu merupakan produk barang, maka platform yang paling cocok untuk memulai tanpa modal adalah media sosial. Sebab di platform ini semua orang rasanya sudah memahami cara kerjanya.

Sementara itu buat yang memiliki produk di bidang jasa, media sosial juga rasanya cocok. Namun kamu memerlukan \’wadah\’ porto-folio untuk memajang hasil kerja kamu. Sehingga kamu boleh jadi membutuhkan website landing-page.

Apakah semua hal bisa dibolak-balik? Oh, tentu bisa. Tapi sekali lagi, ini soal kebutuhan dan keselarasan dengan tujuan yang bakal kamu capai. Mari saya jelaskan.

2. Mengenal lapak di media sosial

Media sosial itu dibuat untuk pembaruan yang senantiasa update. Setiap hari, kamu perlu mengunggah jualan kamu paling tidak sekali di waktu yang bagus.

Untuk melihat waktu yang bagus, kamu mesti melakukan penelitian sederhana. Sebab setiap akun media sosial punya jaringan teman yang berbeda-beda dan tentu saja jam online mereka juga beda.

Menurut saya, media sosial memang paling cocok buat jualan produk apa saja, baik barang maupun jasa. Namun banyak orang kerap masih belum percaya sepenuhnya terhadap penjual di media sosial, kecuali sistem cash on delivery (COD).

Sayangnya, sistem COD ini hanya terbatas di lokasi yang terdekat saja. Untuk menjangkau calon pembeli yang lebih jauh, kamu membutuhkan marketplace yang memiliki konsep rekening bersama.

3. Mempelajari marketplace

Selain memiliki rekening bersama, marketplace besar juga mempunyai sistem rating yang memungkinkan kepercayaan calon pembeli semakin meningkat seiring semakin bagusnya lapak kamu disini.

Namun sudah saya singgung diatas, marketplace agak kurang cocok buat kamu yang mempunyai produk jasa. Meski tetap saja ada kemungkinan jasa yang kamu tawarkan tetap ada calon pembelinya.

Kabar yang kurang baiknya adalah selain di marketplace banyak kompetitor, mereka juga merupakan entitas bisnis. Apa produknya? Ya kamu dan calon pembeli kamu yang mengunjungi marketplace itu.

Selayaknya produk, kamu pasti tak berdaya atas aturan dan skema bisnis yang mereka jalankan. Kalau suatu ketika kamu harus nge-push iklan di platform mereka, ya mau tak mau kamu mesti melakukannya. Sebab mereka yang mampu menentukan impresi calon pembeli.

Hal yang sama juga terjadi pada pelapak kaki lima sampai restoran yang tergabung dalam ‘markerplace’ ojek online.

Lalu perlukah membuat website sendiri?

4. Membuat website

Ketika kamu sudah konsisten dalam sebuah produk, baik jasa maupun barang, ya ada baiknya membuat website sendiri. Enggak perlu website yang mewah, yang penting domainnya bagus dan enak dikunjungi.

Website ini ibarat portofolio kamu di internet. Bahkan bisa menjadi indikator profesionalitas dari bisnis yang kamu rintis.

Membuat website memang susah, bagi yang belum terbiasa. Kalau dalam posisi tak bisa, kamu memang mesti mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa jasa membuat website.

Makanya opsi membuat website ini saya posisikan di nomor terakhir. Sebab sifatnya memang sunnah. Namun bisa bergeser jadi wajib kalau dari awal kamu berniat membuat sebuah e-commerce. Dan tentu saja ini membutuhkan sumber daya yang besar.

Penutup

Urutan diatas bisa jadi sangat berbeda dengan apa yang kamu alami. Namun saya menuliskannya berdasarkan beberapa pengalaman sendiri.

Media sosial masih saya sarankan untuk orang-orang yang baru memulai usaha, modalnya masih minim, dan pastinya pengetahuannya di platfrom digital masih dangkal.

Alangkah lebih baik memang langsung memulai berjualan di platform marketplace. Namun jangan terlena lama-lama ketika kamu sudah memiliki nama besar dan modal yang cukup untuk mandiri secara digital.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here