Senyum Rangga terpancar begitu jelas saat keran air didepannya mengucurkan air bersih. Sama halnya dengan Chiara yang tak bisa menutupi kegembiraannya saat jeriken yang dibawanya telah terisi penuh air bersih dari sumber yang sama.

Keduanya tersenyum tatkala mendapati sumber mata air yang menjadi harapan mereka dan seluruh warga di desanya terkabul. Mata air ini merupakan realisasi donasi Sponsor Anak dari Wahana Visi Indonesia pada Oktober 2020 kemarin.

Kondisi Sebelumnya

Rangga dan Chiara adalah dua anak berusia 12 tahun dari Desa Hepang, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, NTT. Di desa ini sumber air untuk kebutuhan sehari-hari harus diambil dari sungai yang jaraknya 3-5 kilometer.

Tetangga Desa Hepang, yakni Desa Wolomotong, juga memiliki nasib yang serupa. Masyarakat disini juga harus mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari dari jarak yang nyaris sama.

Setiap pagi mereka harus berjalan selama 1 jam. Jika setiap penghuni rumah tidak melakukannya, maka dalam sehari itu mereka tidak bisa minum, mandi, maupun mencuci. Untuk membawa air yang lebih banyak, maka anak-anak pun dilibatkan untuk membawa air dari sumber tersebut.

Jarak sejauh itu tentu saja ditempuh bukan dengan tangan kosong. Mereka mesti membawa jeriken, ember, atau wadah apapun saja yang bisa dipergunakan untuk menampung air. Itupun belum tentu airnya jernih dan layak minum.

Kalau kemarau panjang, sumber air, baik dari sungai maupun dari mata air, bakal menghilang tanpa jejak. Sungai mengering dan mata air pun tak keluar lagi. Betul-betul kering. Satu-satunya harapan adalah distribusi air dari BPBD Kabupaten Sikka yang sukar diprediksi kedatangannya.

Sebagian warga lain terpaksa membeli air dari penjual air yang masuk ke desanya. Untuk satu tangki berisi 5.000 liter air dibanderol dengan harga Rp150.000 hingga Rp250.000. Uang yang cukup besar untuk ukuran warga desa di Sikka.

Penyakitan dan Putus Sekolah

Air satu tangki itu hanya bertahan dalam waktu kurang dari dua minggu saja. Sehingga besarnya kebutuhan untuk membeli air membuat sebagian anak di Sikka juga mengalami putus sekolah karena tidak bisa mencukupi kebutuhan biaya pendidikan.

Kesulitan air juga membuat warga di Sikka rentan terpapar diare. Rasio angka diare menjadi lebih tinggi di desa-desa yang disebutkan diatas. Dari beberapa data yang didapat, hanya ada 21,8 persen warga Sikka yang terbiasa mencuci tangan mereka.

Senyum Rangga dan Chiara diatas berasal dari para donatur yang memberikan donasinya melalui Wahana Visi Indonesia lewat program Sponsor Anak. Lembaga filantropi ini mewujudkan mimpi anak-anak di Sikka untuk pertama kalinya meminum air bersih.

Tentang Wahana Visi Indonesia

Wahana Visi Indonesia (WVI) merupakan lembaga filantropi dengan segudang pengalaman. Pengalamannya sejak 1998 membuat lembaga ini punya sesitivitas yang baik terhadap kondisi darurat, pengembangan dan advokasi sosial, serta penanganan kemiskinan yang dialami masyarakat Indonesia secara umum.

Proyek WVI tersebar di 58 wilayah di seluruh Indonesia, dimana boleh jadi kamu baru mendengar nama-nama daerahnya. Ya, soalnya saya juga baru mendengar nama-nama seperti Nagekeo, Sikka, Tojo Una Una, Ngada, dan seterusnya.

Jaringan WVI juga terhubung dengan lembaga filantropi kelas internasional. Buat kamu yang pernah mendengar World Vision International yang berbasis di Uxbridge, Inggris, maka itulah pusat dari jaringan ini. Sebuah lembaga filantropi internasional yang sudah muncul sejak 1950.

Yuk, Kamu Juga Bisa

Agar semakin banyak Rangga dan Chiara lainnya yang bisa tersenyum karena mata air mereka semakin dekat, maka WVI juga mengajak kamu untuk memberikan donasi. Hasil donasi ini akan dipergunakan WVI untuk membantu anak-anak di Indonesia mendapatkan momen pertama mereka. Ya, salah satunya momen dalam mendapatkan air bersih pertama kali.

Cara berdonasi di WVI juga cukup mudah, kamu hanya perlu mengunjungi tautan berikut ini yang merujuk ke situs WVI. Di situs tersebut kamu bisa memilih anak mana, umur berapa, dan jenis kelaminnya untuk dibantu secara berkesinambungan.

WVI juga menyampaikan bahwa donasi kamu tidak akan diberikan secara langsung dalam bentuk tunai. Namun berupa program-program tertentu dengan laporan yang akan diberikan secara periodik yang tentunya sangat akuntabel.

Yuk, dukung anak-anak Indonesia untuk pertama kalinya mendapatkan mimpi mereka yang sederhana.

Sumber gambar: Kompas.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here