Sepekan ini ada beberapa orang bertanya perihal YouTube Content ID. Sebagai YouTuber papan cucian, saya baru mendengar ada penghasilan youtuber yang didapatkan dari luar Adsense dan sponsorship. Nah, di artikel ini saya ingin membahas tentang pengertian dan siapa saja yang bisa mendaftar di Content ID.

Beberapa orang tadi merupakan seniman olah vokal di Indramayu. Geliat untuk mengorbitkan lagu-lagu khas daerah memang membahana kembali pasca Festival Tjimanoek. Diskusi-diskusi kecil, katanya, mulai semarak. Salah satu isu yang muncul adalah perihal digitalisasi dan klaim hak cipta di internet demi kesejahteraan para seniman dan pencipta lagu. Dari sinilah kemudian diskusi tentang Content ID muncul.

Awalnya ada yang mendefinisikan kalau Content ID merupakan domain perusahaan rekaman besar. Ada pula yang memberikan pengertian kalau hanya pihak-pihak tertentu saja yang bisa mendaftarkan hak cipta ke YouTube. Kemudian pemegang akun Content ID ini akan mendistribusikan keuntungan hasil penggunaan karya cipta itu kepada pemiliknya. Dan terakhir kabarnya hasil dari Content ID ini lebih besar dibandingkan mengikuti YouTube Partner Program (YPP).

Apakah hal itu benar? Atau hanya mitos semata? Mari kita telisik lebih jauh.

Definisi Content ID

Kalau mengambil definisi dari Google, Content ID adalah sistem otomatis terukur dari YouTube yang dapat dipergunakan oleh pemilik hak cipta untuk mengidentifikasi video YouTube yang menyertakan konten miliknya.

Content ID merupakan sebuah fasilitas yang disediakan YouTube untuk melakukan klaim secara otomatis atas pelanggaran hak cipta pada platform berbagi video ini. Sebagai fasilitas, Content ID menyediakan sarana untuk memblokir, memonetisasi, dan memantau statistik dari video yang sudah diklaim hak ciptanya.

Ada mitos yang menyebutkan kalau penghasilan pemegang Content ID lebih besar daripada akun YouTube biasa. Ya memang benar. Hanya saja penghasilannya tetap dari Adsense. Adapun ketika nominalnya lebih besar, hal ini dikarenakan ada \’sumbangan\’ monetisasi dari video lain yang berhasil diklaim.

Siapa Pengguna Content ID

Dari definisinya saja, Content ID jelas bukan hanya domain perusahaan besar maupun perusahaan rekaman yang sudah mapan. Ia bisa jadi dimiliki siapa saja, asal memenuhi syarat sebagai pemegang hak cipta.

Untuk mendapatkan keabsahan sebagai pemegang hak cipta sebuah lagu, anda bisa mendaftarkan diri secara individu ke Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham. Tenang saja, sekarang sudah bisa mendaftar secara online ke https://e-hakcipta.dgip.go.id/index.php/register.

Lakukan pendaftaran hingga anda mendapatkan sertifikat secara online juga. Anda bisa mencetak sendiri sertifikat tersebut. Yang menjadi jaminan keaslian adalah sertifikat tersebut bisa dicek melalui QR Code yang ada didalamnya.

Perlu diulangi, pengguna Content ID bisa personal, asal memegang hak cipta atas karya tersebut dan bisa dibuktikan.

Namun tidak semua pemegang hak cipta ini bisa menggunakan Content ID. Sebab pengguna Content ID mestilah mereka yang memiliki akun YouTube, atau paling tidak memiliki konten video yang pernah diunggah di internet. Ya amannya sih punya akun YouTube yang terverifikasi dan akunnya berisi video yang hak ciptanya terdaftar itu.

Karena kali ini berbicara hak cipta atas lagu, maka akun YouTube tersebut mestilah memiliki video-video orisinil yang mendendangkan lagu tersebut. Kalau anda tak punya akun YouTube, bisa disiasati dengen nebeng ke artis yang memakai lagu anda.

Cara Mendaftar Content ID

Selanjutnya dengan akun YouTube tersebut, anda bisa mengajukan klaim atas pelanggaran hak cipta yang terdapat di YouTube. Semakin banyak video yang anda laporkan dan berhasil, maka anda semakin dekat untuk bisa diterima sebagai pengguna Content ID.

Sebelum berlanjut ke cara mendaftarkan akun agar diterima di Content ID, ada baiknya anda memenuhi beberapa syarat berikut ini. Beberapa diantaranya sudah disinggung diatas. Sekarang lebih ke penjelasan poin per poin.

  1. Memiliki akun YouTube yang terverifikasi. Apabila belum memilikinya, silakan lakukan verifikasi sesuai petunjuk YouTube.
  2. Akun YouTube tersebut mestilah memiliki video lagu yang merupakan milik anda. Video ini boleh menampilkan talent, asal orisinil, sebab yang kemudian diklaim adalah penggunaan hak cipta lagunya.
  3. Memiliki email pribadi yang tertaut ke domain dari situs yang ditautkan ke akun YouTube. Untuk menautkan situs, silakan baca-baca petunjuknya disini. Email ini mestilah namaanda@domainanda.com bukan namaanda@gmail atau namaanda@yahoo.com.

Silakan ketiga syarat tersebut dipenuhi sebisa mungkin. Baru kemudian bisa melangkah ke tahap berikutnya. Tahap selanjutnya adalah mengklaim sebanyak mungkin video yang melakukan pelanggaran hak cipta yang anda miliki.

Ingat, semakin banyak video yang berhasil diklaim maka semakin bagus peluang untuk diterima sebagai pengguna Content ID.

Apabila banyak video yang anda adukan sebagai pelanggaran hak cipta, YouTube menganggap anda berhak memakai Content ID. Untuk tahap selanjutnya silakan isi formulir copyright management tools. Isi sesuai data pribadi anda selaku pemegang hak cipta.

cf97f copyright2bmanagement2btool

Hasil dari isian itu akan menentukan anda berhak untuk memakai fasilitas YouTube yang mana. Kalaupun tidak diterima sebagai pengelola Content ID, anda bisa pula menggunakan Program Verifikasi Konten (CVP) dan Copyright Match Tool.

Yang perlu diingat untuk menggunakan Content ID, anda harus memiliki hak eksklusif atas konten tersebut. Beberapa konten yang tidak eksklusif termasuk diantaranya:

  • kompilasi video, remix, mashup, dll yang bukan karya anda
  • alur game video, visual software, cuplikan
  • musik dan video tanpa lisensi
  • musik atau video dengan lisensi, tapi tanpa eksklusivitas
  • rekaman pertunjukan (termasuk konser, acara, pidato, pementasan)

Penutup

Banyak informasi mengemuka kalau Content ID sebetulnya belum efektif untuk menangkal pelanggaran hak cipta. Mekanisme otomatis yang diciptakan oleh YouTube ini belum bisa sepenuhnya, atau paling tidak 90%, menyapu bersih pelanggar hak cipta.

Namun keberadaan Content ID paling tidak bisa menciptakan ekosistem yang bagus di YouTube. Selain itu juga dengan pengelolaan langsung monetisasi di fasilitas ini, pemegang hak cipta bisa meningkatkan kesejahteraannya.

1 COMMENT

  1. Saya masih YouTube-r cap kapak sih Bang, jadi belumconcern ke content ID. Tapi insyaAllah kuakan pelajari karena beberapa foto dan video kantor disalahgunakan sama rekanan. thank you ilmunya Bang!

  2. Sorry mas, maksud dari Memiliki akun YouTube yang terverifikasi itu artinya akun youtube yang sudah melebihi 1000 subscriber dan 4000 jam tayang, atau verifikasi lebih dari 100K Subs baru bisa join?

  3. berarti kedepannya jangan harap ya bikin video trus masukin sembarang musik, walaupun lagunya enak banget didengar. mesti hati-hati nih buat content creator pemula dan reuploader. gak bisa seenaknya asal comot hasil karya orang lain.tapi syaratnya cukup unik juga ya, kudu famous dulu dan rela dibajak supaya bisa punya ContentID.

  4. Kalo gak boleh masukin musik sembarangan emang dari dulu, makanya YouTube sediain YouTube Library.Iya, lagunya emang kudu banyak yang nyanyi dulu, baru bisa dianggep penting sama YouTube. Makanya rata-rata pemegang Content ID biasanya perwakilan label.

  5. Mantab nih pencerahannya. Masih banyak content creator, terutama pencipta lagu yang melalaikan proses ini. Padahal ini penting banget agar karyanya dihargai.

  6. Saya baru tau setelah membaca artikel ini ttg content Id. Memang copyright atau hak cipta harus dilindungi. Youtube bgtu selektif dalam melindungi hak-hak tsb. Kalau sy sih gak pernah pakai lagu org pada channel youtube saya, biasanya pakai musik instrumen2 dari aplikasi video yg free. Hehehe

  7. wah berarti ada peluang mendapatkan hak cipta di YouTube. nah kalo lagunya hanya di nyanyikan pada watu tertentu saja dan ditempat tertentu saja semisal lagu Mars dan atau lagu hymne apakah bisa ya jika dilihat dari persyaratan yang mengharuskan banyak mengklaim hak cipta.

  8. sebagai youtuber pemula saya sangat berterima kasih banget adanya informasi ini apalagi tentang content id yang sangat membantu dalam melindungi content youtuber channel kita..makasih mas infonyaa

  9. kalau sudah seperti ini tentunya pemilik konten asli akan tenang, dan akan berkurang akun-akun reuploader ya bang. Ini sebenarnya sistemnya apa seperti DMCA atau ada perbedaannya bang?

  10. Saya pernah dengar kalau video yang kita monetisasi di YouTube pakai musik dengan hak cipta, sebagian penghasilan AdSense bisa dialihkan ke yang punya lisensi musiknya. Mungkin ini ada kaitannya dengan Content ID ini kali ya.

  11. wah aku awam banget nih soal per-youtube-an. pernah tau penghasilan orang-orang yang subs nya udah banyak tu dari adsense aja udah bisa flying money yaaa.. apalagi ditambah dari sponsor ye kan…

  12. Saya jarang upload konten di Youtube. Belum ngeh ke sana karena effortnya lebih besar. Ternyata sudah ada content id yang bisa dipilih kalau mau serius dan punya karya sendiri, ya. Mau kasih tahu ke temn yang sering nyanyi dan punya Youtube aaah

  13. Saya mulai beralih ke YouTube ketika diri ini sudah tidak percaya lagi dengan TV bhahaa. Pernah sih kepikiran upload-upload video d YouTube, tapi ga bisa editnya.. akhirnya pupus sudah

  14. berarti harus banyak banyak upload video dan kemudian di klaim baru bisa di terima content id nya ya ? kendala yang saya hadapi didaerah saya susah sinyal, jadi agak susah kalo upload video video

  15. kalau misal saya belum terverifikasi di konten ID, tapi saya sudah aplot vidio+musik asli saya, lalu di pakai orang lain(di youtube juga) apakah saya sudah bisa menge klaim bahwa yg di pakai orang itu ciptaan saya? mhon pnjelasanya..maaf.. aku baru blajar tntang konten ID..

  16. Izin tanya mas, bukankah saat kita mengupload video ke youtube kita sudah mendapatkan \”Lisensi Youtube Standar\” yang bilamana ada orang yang mengupload ulang (reupload) video kita, sudah terdeteksi otomatis oleh youtube channel siapa-siapa saja yang telah reupload tersebut dan kita dapat melakukan aksi seperti membisukan, dsb.Yang saya belum pahami adalah kenapa harus mendaftarkan Content ID lagi mas?Apakah dengan terdaftarnya kita dengan Content ID ini maka segala tindakan-tindakan kepada para reuploader tersebut dapat berjalan otomatis tanpa perlu kita monitor dan seleksi?Ditunggu jawabnnya mas.Terimakasih

  17. Itu sudah bisa dijawab sendiri. Jadi dengan Content ID, pemilik hak cipta bisa secara otomatis melakukan take down terhadap pelanggaran yang dilakukan orang lain. Kalau lisensi YT standar itu berupa aturannya, kalau tak terdaftar di content ID, pemilik hak cipta hanya bisa melakukan take down secara manual.

  18. Bang kalo ada 1 doang aja video kita kena copyright audio dari isi channel 43 nah, mau mengajuka monetisasi bisa bang? apa hapus saja? (masalahnya yg kena copyright views paling tinggi) 🙁

  19. Ya kalo melanggar risikonya begitu, gak bisa dimonetisasi atau monetisasinya diambil sama yang punya hak. Menurut saya gak perlu dihapus, biar jadi tambahan views aja.

  20. Copyright Tools Application ReceivedSaya dapet email itu dari yt nya langsung bang, apakah content id udah bisa digunakan? Tapi setelah saya udah upload lagu saya, disitu tulisannya \”None\” bukan \”Copyright klaim\”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here