
iphone
INILAH.COM, Jakarta – Siapa yang tak mau iPhone gratis hanya dengan mem-forward sebuah email ke 20 orang teman yang dikenal?. Tapi pakar keamanan mewanti-wanti untuk mewaspadai email itu.
Tawaran iPhone gratis lewat email itu dengan mencatut Apple Corporation yang berkantor pusat di Cupertino, dan akan membuka kantor pemasaran di Jakarta.
“Produk yang kami pasarkan adalah Hand Phone tipe iPhone 3G yang dilengkapi dengan teknologi GPS, Wi-Fi, bluetooth, video-audio, camera-photo, 16GB flash drive capacity, dll. Details produk kami silakan kunjungi: http://www.apple.com/iphone/specs.html,” sebut email itu.
Email itu juga menyatakan untuk peluncuran perdana di Indonesia, maka Apple akan memberikan secara gratis produk terbaru HP iPhone 3G. Dengan memberikan iPhone3G itu, Apple berharap akan mendapatkan umpan balik yang berharga dari pelanggan dan mendapatkan efek promosi berantai yang besar.
Namun email itu menyuruh penerima email untuk mem-foward pesan ke 20 orang teman. Setelah 2 minggu pengiriman, maka akan menerima sebuah iPhone 3G.
Jika mem-forward ke 40 orang, maka akan menerima 2 produk 1 buah iPhone3G + 1 buah iPod classic berkapasitas 120GB.
Namun yang aneh, pengirim email meminta untuk di copy/Cc ke applecorpjkt@mail2europe.com dengan alasan agar Apple bisa mengetahui pengirim telah memforward pesan.
Supaya meyakinkan, email itu mencatut Julia Christvanie, Regional Sales Manager Apple Corporationm Jakarta Office Sudirman Square Office Tower, Tower B Lt 23 JI Jend Sudirman Kav 45-46 Jakarta Selatan 12930 Email: applecorpjkt@mail2europe.com
Menurut CEO Vaksincom Alfons Tanujaya email yang berisi iming-iming hadiah itu merupakan kebohongan belaka. Namun begitu pantas untuk diwaspadai.
“Soal pengiriman pesan ke 20 orang atau 100 orang kemungkinan besar itu hoax. Cuma, sebaiknya diwaspadai. Karena akun email kita tersebar ke orang-orang. Atau bagi pihak yang tercantum di cc email tersebut. Misal ternyata pada tindakan terakhir, email tersebut dikirimkan ke satu orang sebagai bukti. Ini tentu saja merugikan. Email orang tersebut bisa hang karena banyak pesan atau spam yang masuk,” jelas Alfons.
Tidak hanya itu, bentuk penipuan yang terlihat mudah ini bisa jadi merupakan parameter bagi bentuk penipuan di media lain. Meskipun mengirim email terusan ke beberapa orang terlihat mudah dan tidak mengeluarkan biaya besar, tindakan ini dapat memicu upaya kejahatan lain.
“Secara sederhana, ini bisa jadi parameter bagi bentuk penipuan lain. Misalnya ternyata dari respon masyarakat masih banyak orang yang percaya dengan undian mendapatkan sesuatu dengan cara gampang. Ini bisa jadi sebuah gambaran bahwa jika menggunakan cara lain, misalnya lewat SMS masih punya kesempatan besar pula,” ujar Alfons.
Namun di lain pihak, Alfons Tanujaya meyakini bahwa pesan ini merupakan perbuatan iseng belaka. Alfons menganggap email jenis seperti itu bukanlah hal baru.
Sejak 5 tahun lalu hingga saat ini, tidak ada satupun pesan yang terbukti benar. “Ini bukan jenis baru kok. Sebelum iPod, sudah pernah yang mengaku-ngaku sebagai Ericsson, Honda bahkan Microsoft. Dengan modus yang sama di mana mengirim pesan ke beberapa orang kemudian mendapat hadiah. Nggak ada satupun yang terbukti. Saya yakin ini hoax.”[ito]
Share on Facebook