Ulasan Laptop HP Chromebook 11 G8, Gesit dan Irit

Blog Bang Doel – Berbicara soal laptop Chromebook memang bisa diibaratkan ngobrol tentang hp Android saat hp Blackberry sedang jaya. Makanya ketika saya membeli laptop HP Chromebook 11 G8, banyak yang heran. Ini laptop apaan?

Laptop HP Chromebook 11 G8 ini saya beli di Tokopedia dengan harga Rp1,8 juta saja. Garansi resmi dengan toko yang resmi pula, meski bukan HP-nya langsung. Tokonya saya cantumkan disini ya.

Awal mulanya saya beli Chromebook, tentu karena ulasan-ulasan Youtuber yang bilang laptop ini bagus. Padahal dengan spesifikasi yang minimalis, laptop ini seharusnya jelek.

Yang cukup mengejutkan adalah pada saat rilisnya, banyak toko resmi yang melego laptop ini dengan harga diatas Rp5 jutaan. Harga resminya memang Rp2.999.000. Nah, soal kenapa toko yang saya beli bisa menjual lebih murah, saya tak begitu paham.

Lanjuuuut… Kenapa saya membeli laptop Chromebook? Ya karena kebutuhan dan ketersediaan budget. Jika budget saya bagus, tentu saya memilih Macbook alih-alih Chromebook.

Apa Itu Laptop Chromebook

Jawaban sederhananya adalah laptop yang tidak diinstal Windows sebagai sistem operasi. Jadi kalau ada sebutan “laptop” saja, ya mesti laptop Windows. Beda dengan laptop Linux, atau laptop Chromebook.

Chromebook sendiri merupakan sistem operasi buatan Google yang memanfaatkan Google Chrome. Jadi secara sederhana, Chromebook atau Chromium, merupakan Chrome yang dibuat menjadi sistem operasi.

Jika Anda terbiasa memakai Google Chrome atau paling tidak ekosistem Google dalam keseharian, maka seharusnya Chromebook tidak asing bagi Anda.

Sayangnya, banyak kelemahan Chromebook. Misalnya sistem komputasinya lemah, sehingga tidak bisa dipakai untuk bermain game dengan pengaturan gambar yang tinggi. Tidak bisa juga menjalankan aplikasi editing yang berat.

Chromebook juga tidak bisa dipergunakan tanpa koneksi internet. Ya karena basisnya adalah peramban. Mana ada peramban yang berjalan tanpa koneksi internet?

Ulasan HP Chromebook 11 G8

Daripada berpanjang kata, lebih baik kita langsung saja mengulas laptop ini setelah saya pakai beberapa hari.

Saya menulis ulasan ini dengan sederhana saja, dengan mengurangi kalimat-kalimat teknis yang mungkin bikin rumit. Simply, saya menuliskan kesan setelah saya memakai laptop ini.

Desain

Yang saya suka dari laptop ini adalah pinggirannya yang kokoh. Tepian rangkanya dibalut dengan karet yang keras. Kabarnya sih untuk menahan benturan. Kalau laptop ini jatuh dari ketinggian kurang dari satu meter masih tidak apa-apa.

laptop hp chromebook 11 g8

Lapisan permukaannya juga memakai model kulit jeruk yang sedikit besar, berpori-pori. Sehingga tidak memberikan cap sidik jari yang berimbas pada kotornya lapisan bodi.

Keyboard-nya empuk, ada jeda yang cukup antar tombolnya, bunyinya juga tak berisik. Kabarnya keyboard HP ini menerapkan tombol yang susah dilepas dari luar. Mungkin karena ditujukan buat anak sekolah ya, yang iseng suka mengangkat tombol keyboard.

Layarnya 11 inci dengan tampilan yang standar saja. Pendar cahayanya dan resolusi gambarnya mirip layar di hape Rp1,5 jutaan. Biasa saja.

Yang saya suka dari laptop ini, engselnya bisa dibuka hingga 180 derajat. Jadi layarnya bisa terlihat ketika kita jongkok.

Performa

Saat saya memilih laptop Chromebook, tujuan awal cuma buat update blog saja. Selebihnya ngetik-ngetik ringan buat ngedit tulisan teman-teman dari NU Online Indramayu.

Jadi saya tak punya pikiran sama sekali buat bermain game dengan laptop Chromebook ini. Katanya sih bisa buat bermain Mobile Legends dan game Android yang lebih ringan dari itu, tapi saya belum memasangnya.

Sejauh ini tidak ada masalah berarti ketika saya memakainya. Saat booting di awal, laptop ini sangat gesit, perpindahan antar aplikasi juga tidak masalah.

Pada mulanya saya membayangkan Google Chrome yang memang menyita cukup banyak RAM ketika dijalankan di laptop Windows. Nah, ini enggak. Justru enteng banget.

Dengan prosesor Intel N4020, RAM 4GB, dan memori eMMC hanya 32GB, saya tak menyangka mendapat laptop yang begitu responsif. Cukup melebihi ekspektasi sih.

Harga

Harganya sudah saya sebutkan diatas. Saya membeli laptop HP Chromebook 11 G8 ini hanya Rp1,8 jutaan, belum termasuk ongkos kirim dari Jakarta.

Sekadar informasi, masih banyak sih yang menjual diatas itu. Sebab harga resminya pertama kali memang Rp2,9 juta. Kini sudah turun banyak. Banyak juga yang memberikan paket bundling dengan harga yang masuk akal.

Dengan harga segitu dan performa yang terbilang mumpuni untuk tugas-tugas saya, tentu saya bisa memberikan anggapan bahwa inilah pembelian terbaik saya di 2022.

Perlukah Anda Membelinya Juga?

Anda perlu membelinya juga jika memenuhi beberapa alasan berikut ini:

  1. Budget Anda tidak lebih dari dua juta.
  2. Kebutuhan Anda terhadap laptop hanya untuk mengetik dan berselancar internet.
  3. Koneksi internet Anda bagus dan stabil.
  4. Anda bekerja dengan laptop selalu di lingkungan yang ada sinyal internet.

Jika budget Anda lebih dari cukup untuk membeli laptop Windows, lebih baik belilah Windows saja. Jika uangnya tak cukup, ya bisa pakai kartu kredit hehehe

bangdoel

Bang Doel adalah seorang blogger yang menulis tentang berbagai topik di dunia digital, media sosial, gadget, teknologi, politik, sosial, dan humaniora. Doel.web.id menjadi sarana untuk menyalurkan hobi menulis dan melakukan analisis.

Post navigation

Leave a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Resolusi Sempurnakan Kerja dengan ASUS ZenBook Flip S (UX371) Yang Paripurna

ASUS ROG G703, Laptop Gaming Seharga Rp60 Juta

Tips Membeli Laptop Yang Wajib Diketahui