Disclaimer: Sebelum membaca terlampau jauh atas artikel ini, saya memberi catatan bahwa artikel ini merupakan asumsi awal ketika terjadi rumor pemblokiran di Filipina. Jadi daripada misuh-misuh karena perkembanganya berbeda, lebih baik di close saja.

Update game Pokémon GO di Indonesia sukar diprediksi, karena meski masih belum legal, pada kenyataannya banyak yang mempertanyakan mengapa di Indonesia game ini bisa dijalankan secara maksimal.


Baca-baca ini dulu, deh:

Dua Cara Hindari Malware dari Pokemon Go

Tiga Smartphone Murah Untuk Pokemon Go

————————————————————————————————————————
20221 pokemon2bgo

Apa jadinya jika kita, yang ada di Indonesia, mengunduh Pokémon GO sekarang? Karena mungkin ada yang tak sabar ingin mencicipi bagaimana menjadi trainer Pokémon. Dari mulai mencarinya, menangkap, kemudian menanti makhluk-makhluk lucu itu berevolusi. Tapi semestinya kita yang ada di Indonesia patut bersabar, karena Pokemon GO belum dirilis untuk penggemarnya disini. Tapi, sekali lagi, apa jadinya jika kita sudah mengunduhnya?

Pokémon GO merupakan sebuah permainan augmented reality yang dikembangkan oleh Niantic untuk pengguna iOS dan Android. Sekedar informasi, augmented reality adalah realitas tambahan dimana realitas yang kita lihat sebenarnya ditambahkan dengan efek (dalam hal ini efek game) buatan. Pokémon GO diluncurkan 6 Juli kemarin, dan hanya Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan kemungkinan negara asalnya, yakni Jepang yang beruntung untuk memainkan game ini pertama kali. Resminya hanya tiga negara saja, minus Jepang.

Namun sebelum versi globalnya meluncur, beberapa negara yang pertama kali mendapatkan tautan unduhan baik di Play Store maupun App Store hanyalah versi beta saja. Sebagaimana kita ketahui, versi beta merupakan versi yang diluncurkan oleh pengembang untuk mengetahui kemampuan programnya dan dukungan mereka atas program tersebut pertama kali. Sayangnya, alih-alih uji coba, android application package (APK) dari Pokémon GO muncul juga dari situs unduhan APK diluar Play Store.

Situs pihak ketiga yang tentu saja diluar koordinasi (baca: ilegal) dengan Niantic selaku pihak pengembang, apalagi dengan The Pokémon Company selaku pemilik hak cipta atas karakter-karakter Pokémon, memungkinkan game ini bisa dimainkan di luar tiga negara tadi. Mungkin ini menyenangkan, karena kita pun merasa kekinian dengan memainkan game yang sedang hits ini. Tapi, tentu saja semua ada resikonya. Mari kita lihat dua kerugian yang didapatkan.

85804 pokemon go nick statt screenshots 1.0

1. Game Bajakan

Menikmati program tidak resmi sama seperti menonton film bajakan. Saya tak hendak menyandingkan norma hukum dan etika terkait soal bajakan ini. Tapi silakan bandingkan antara menonton film yang baru rilis di bioskop dengan menyaksikannya saat bajakan itu keluar bersamaan. Pasti berbeda, yang satu versi blu-ray bahkan 3D, yang satu lagi hanya hasil sorotan kamera seseorang yang jahil saja. Jika pun film terebut menuai kebocoran sejak awal dari bagian produksinya, gambarnya tak akan sebagus ketika ditonton di bioskop.

Begitu pun dengan Pokémon GO ini. Niantic hanya mendukung tiga negara saja untuk sekarang. Itu berarti kemampuan server dan game support hanya diberikan untuk tiga negara itu saja. Kalau sudah terlanjur mengunduh APK Pokémon GO dari APKMirror, misalnya, silakan mainkan saja untuk uji coba. Ada berapa Pokémon yang didapat? Paling hanya Pikachu, Bulbasaur, Charmander dan Squirtle saja yang ditemukan. Fiturnya banyak berkurang, dan ada satu lagi yang perlu dikhawatirkan dari mengunduh diluar tautan resmi, yakni…

2. Bayang-Bayang Blokir Permanen

Tempo hari beredar rumor kalau Filipina diblokir oleh Niantic karena banyaknya pemain Pokémon GO di negara ini. Namun rumor itu tidak benar, Niantic hanya mengalami overload server saja. Tak ada negara dan pengguna yang diblokir dari Pokémon GO. Ya sih, Pokémon GO \’kan game gratis, jika orang lain mengunduhnya lewat tautan diluar Play Store dan App Store seharusnya tidak ada masalah. Benarkah tidak masalah?

Untuk APK-nya sendiri mungkin memang tidak ada masalah. Tapi ini terkait dengan dukungan server yang menjaga agar game ini tetap bisa dimainkan. Niantic telah memperhitungkan kapasitas server dengan jumlah pengguna yang bakal memainkan game ini. Jika penggunanya melebihi kapasitas, maka seperti kasus yang terjadi sekarang, server itu akan down dan tak ada yang bisa memainkannya lagi dimanapun sampai server itu normal kembali. Akibatnya iklim bisnis positif yang semestinya didapatkan oleh pengembang, justru harus dialokasikan untuk menanggulangi masalah server.

Jika terus-terusan terjadi seperti ini, dikhawatirkan rumor yang berkembang saat ini bakal menjadi nyata. Karena iklim bisnis Niantic bakal terganggu akibat banyaknya pemain Pokémon GO diluar negara yang resmi. Untuk itulah sebaiknya tidak usah memainkan Pokémon GO saat ini, tunggu saja game ini dirilis secara resmi di Indonesia. Simpan rasa penasarannya, daripada kelak berakibat negara ini tak bisa disambangi karakter-karakter yang lucu itu selamanya.

Demikianlah artikel tentang Pokémon GO di blog ini. Pokémon GO merupakan game hasil pengembangan Niantic, sebuah perusahaan \’spinoff\’ Google/Alphabet yang bekerjasama dengan Nintendo dan The Pokémon Company.

1 COMMENT

  1. Bukannya mau menyangkal atau apa, tp 2 alasan tsb rasanya terlalu \”lebay\” utk dijadikan alasan berhenti atau takut memainkannya. 1. Kualitas \”Bajakan\” : apk yg beredar sifatnya kan software copy an dr yg original, jd jika dikatakan kualitas grafik, sound, dsb kurang dr yg ori kayaknya keliru. Atau jika disebutkan pokemon yg \”kurang banyak\” juga keliru, karena sementara ini pokemon yg saya temukan (dapatkan dan melihat pemain lain) jumlahnya sdh lebih 50an. 2.Bayang2 Blokir Permanen? Ya, itu akan terjadi jika perusahaan Niantic dan Nintendo mempunyai marketing yg (maaf) \”TOLOL\”, klo logika marketing saya yang jongkok sih, moment yg terjadi sekarang ini sebenarnya justru jadi indikator bahwa tidak ada keraguan utk perusahaan berinvestasi lebih berani utk segera mengglobalkan game nya, Menambah server, jd bargain yg nyata utk para calon penanam modal (sponsor misalnya). So, Niantic alih2 bukannya akan memblokir negara yg mengunduh ilegal game gratis nya. Malah akan bersyukur dong…gitu sih pemikiran saya yg kuliahnya lama… (ga lulus lulus. Hahaha)

  2. Menyangkal juga silakan mas hehe1. Tapi silakan baca-baca lagi aja. Mana ada software gratis tanpa nomor lisensi kemudian dibajak dan bajakannya beda sama aslinya? Yang ada cuma (sebagaimana yang ditulis diatas) support, baik server maupun service.2. Pasca server yang down, saya sih bukannya melarang, tapi jadi nggak enak buat menikmati game ini aja. Kalau banyaknya pemain di luar negara resmi, betul itu memang jadi indikator dari kesuksesan game ini. Tapi, baik pemikiran khawatir diblokir maupun indikator kesuksesan, dua-duanya 'kan rumor, bukan pernyataan resmi dari pihak Niantic. Nah, kalau soal rumor, silakan percaya yang mana.Kalau saya pribadi, memilih untuk tidak memainkan dulu game ini, sambil menunggu yang resminya meluncur. Bukan soal khawatir, atau 'bajakan' tadi.Btw, boleh 'kan nggak main game ini dulu? hehe

  3. Tul bang Doel. Atau jgn2 ini cuma teknik marketing mereka aja, soalnya ane liat mata uang pembelian di game nya sudah Rupiah kok… Yah, semoga aja secepatnya di resmikan biar kita2 juga gak merasa sebagai Trainer illegal. hihi

  4. 2 tahun lebih saya tunggu game ini, jika sekarang saya bisa maen game ini kenapa tidak? entah otoritas pokemon go mau blokir ato bersyukur karena booming nih game… biarkan mereka yang memutuskan. kalopun akan di blokir selamanya menurutku tidak, mereka juga butuh pasar. hari ini ada Pokemon silahkan mainkan jika besok benar di blokir saya ga akan kecewa… paling tidak saya pernah main dan tidak penasaran lagi.

  5. Iya bener jg,itu mata uang nya saja sudah menyesuaikan IDR.Ini strategi marketing saja.Kalau sampai di blokir, itu pengembang emang TOLOL. Indonesia itu market nya tinggi, cuma pengembang TOLOL yang memilih hal tersebut.Biar lah kita download ilegal, supaya mereka speed akomodir pengguna lain di negara laen.Hal2 ini saya yakin sudah dipikirkan pengembang.Kita di sini hanya duga2, apa beda apk resmi dan tidak. Sy jg ingin tw, apakah nanti jika apk resmi rilis, account yg sdh dimainkan sblmnya masih tetap diakses atau bagaimana? Tidak ada yang bahas itu.Perbedaan item per item apk resmi dan tidak juga belum dibahas jelas dimana2.Jadi sekarang, nikmati saja game yang ada, toh dengan begini pengembang jadi tau seberapa besar pengguna di negara yang belum dirilis resmi. Jadi pengembang bisa menyiapkan server sesuai kuota kebutuhan pengguna.Gosip2 abaikan saja, pakai logika saja, mana mungkin pengembang abaikan market besar di Indonesia.

  6. Artikel ini ditulis saat rumor filipin kena blokir. Jadi masih banyak dipengaruhi asumsi awal yang memang beda dengan saat ini. Nanti akan diupdate, jadi buat yang mau komen tanggapan yang parsial, maaf ane delete.

  7. Hahaha… Nunggu aja saya. 1 misal dinegara yang belum rilis data gamenya di reset… Matilah dah cape cape main. 2. Takut ada malwarenya. 3.walaupun pasar Indonesia tinggi, pengembang juga nggak akan ngorbanin negara lain juga kali…4. Nggak ada jaminan dari developer misal Google atau ios sendiri… Ia kalau gamenya safe dari bahaya virus atau semacamnya.5. Developer lebih cerdas dari kita… Entah apa yang dipikirkan developer sendiri mereka punya strategi sendiri kenapa di Indonesia belum dirilis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here